Sebaliknya, kondisi tersebut justru membuka peluang baru bagi Indonesia untuk tampil sebagai destinasi penyelenggaraan event internasional yang aman dan stabil.
Pandangan ini disampaikan pelaku industri MICE nasional Daud D Salim di sela konferensi pers terkait rangkaian pameran Krista Exhibitions sepanjang 2026, Jumat 23 Januari 2026.
Menurut CEO Krista Exhibitions tersebut, posisi Indonesia sebagai negara non-blok menjadi keunggulan strategis di tengah konflik global yang kian memanas.
“Sebagai negara yang aman dan damai, kondisi ini justru meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor dan pelaku industri global,” ujar Daud
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 industri MICE di Indonesia mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp11,82 triliun. Industri ini menyelenggarakan lebih dari 134 event, melibatkan sekitar 95 ribu tenaga kerja, 44.800 pelaku UMKM, serta menarik total 10,8 juta pengunjung.
Sementara itu, Krista Exhibitions sepanjang 2026 berencana menggelar 30 pameran dengan beragam tema. Salah satu agenda terbesar adalah pameran internasional sektor makanan, minuman, dan HoReCa bertajuk Interfood Indonesia.
Karena tingginya minat peserta, penyelenggaraan Interfood Indonesia 2026 akan dipindahkan ke lokasi yang lebih luas, yakni NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2.
BERITA TERKAIT: