Desakan yang sama juga disampaikan oleh Netanyahu kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang melakukan kunjungan ke Timur Tengah pada Selasa (25/5).
"Saya dapat memberitahu Anda bahwa saya berharap AS tidak akan kembali ke JCPOA lama karena kami percaya bahwa kesepakatan itu membuka jalan bagi Iran untuk memiliki persenjataan nuklir dengan legitimasi internasional," ujar Netanyahu, seperti dikutip
Sputnik.
Itu bukan pertama kali Netanyahu menuduh Iran membangun senjata nuklir. Pada 2019, ia mengklaim Iran menggunakan fasilitas di dekat Abadeh untuk melakukan uji coba senjata nuklir, tanpa memberikan bukti.
Kemudian baru-baru ini, pada Hari Peringatan Holocaust Internasional, Netanyahu memperingatkan dimulainya kembali JCPOA akan membuka jalan bagi Iran untuk menimbun amunisi nuklir.
Iran sendiri telah membantah menggunakan pasokan uranium untuk membuat senjata, dan fokus pada penggunaan damai.
Sementara itu, Blinken mengatakan AS akan terus berkonsultasi dengan Israel mengenai dimulainya kembali JCPOA.
"Kami akan terus memperkuat aspek kemitraan jangka panjang kami. Dan itu termasuk berkonsultasi erat dengan Israel, seperti yang kami lakukan hari ini tentang negosiasi yang sedang berlangsung di Wina," jelas Blinken.
BERITA TERKAIT: