Jaksa tertinggi ICC Fatou Bensouda pada Jumat (14/5) mengatakan, orang-orang yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung mungkin menjadi sasaran penyelidikan atas dugaan kejahatan perang.
Bensouda mengatakan dia akan melanjutkan penyelidikannya bahkan tanpa kerja sama Israel sekali pun.
Sebelumnya, Israel menuding ICC bias anti-Semit dan menolak keanggotaan di pengadilan sehingga pengadilan tidak bisa melakukan penyelidikan.
“Ini adalah peristiwa yang kami perhatikan dengan sangat serius,†kata Bensouda, seperti dikutip
Al Jazeera.
"Kami memantau dengan sangat cermat dan saya mengingatkan bahwa penyelidikan telah dibuka dan evolusi peristiwa ini juga bisa menjadi sesuatu yang kami lihat," tambahnya.
Sementara itu, serangan udara antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Hamas yang masih berlangsung hingga saat ini telah menambah banyak korban jiwa.
Di pihak Pakestina, setidaknya terdapat 119 orang yang tewas, termasuk 31 anak-anak. Sementara 830 orang lainnya terluka.
Sedangkan di pihak Israel, sedikitnya terdapat enam warga Israel dan satu warga India yang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: