Pemberitahuan tersebut disampaikan oleh Departemen Luar Negeri AS yang dirilis pada Selasa (27/4) waktu setempat.
"Sesuai dengan komitmen Departemen Luar Negeri untuk memfasilitasi perjalanan yang sah ke Amerika Serikat, Sekretaris Blinken memutuskan kemarin untuk menerapkan beberapa Pengecualian Kepentingan Nasional untuk semua pembatasan perjalanan regional yang saat ini berlaku sebagai akibat dari pandemi Covid-19," tulis pernyataan itu, seperti dikutip dari
Al-Arabiya, Rabu (28/4).
Perintah baru tersebut akan memungkinkan warga negara non-AS dari Brasil, China, Iran, atau Afrika Selatan memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat.
Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa siswa yang berencana memulai studi mereka pada musim gugur sekarang telah diizinkan masuk ke AS. Para profesional lain yang sekarang memenuhi syarat untuk masuk ke AS termasuk akademisi, jurnalis, dan individu tertentu yang memberikan dukungan infrastruktur penting di negara-negara yang terkena dampak pembatasan geografis Covid-19.
"Seiring perkembangan situasi global, Departemen terus mencari cara untuk memproses lebih banyak aplikasi visa, sejalan dengan panduan berbasis sains dari otoritas kesehatan, dan dengan kesehatan dan keselamatan staf dan pelamar sebagai prioritas kami," bunyi pernyataan itu.