Pemogokan pekerja kereta api di Yangon merupakan bagian dari Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM), yang bertujuan untuk melumpuhkan bisnis dan menekan junta yang merebut kekuasaan dari pemerintahan sipil pada 1 Februari.
Pemogokan pekerja kereta api sangat berpengaruh karena mengganggu bisnis pemerintah, termasuk bank, pabrik, dan toko-toko.
Dari rekaman video yang diunggah di media sosial terlihat aparat di dekat kompleks pekerja kereta api pada Rabu (10/3), seperti dilaporkan
CNA.
Seorang yang ikut dalam aksi mogok mengaku khawatir akan mendapatkan kekerasan.
"Saya pikir mereka akan menangkap kami. Tolong bantu kami," kata orang itu, yang meminta untuk diidentifikasikan hanya sebagai Ma Su.
Dalam siaran langsung Facebook dari daerah tersebut, orang-orang meneriakkan, "Apakah kita bersatu? Ya, kita bersatu". Kemudain terdengar seseorang mengatakan polisi mencoba untuk memindahkan barikade yang mereka pasang dan mengancam untuk menembak.
Situasi di Myanmar semakin kacau dengan penangkapan dan korban jiwa yang terus berjatuhan.
Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menyebut, ada lebih dari 60 pengunjuk rasa yang tewas sejak aksi melawan kudeta, dan lebih dari 1.900 orang telah ditangkap.
BERITA TERKAIT: