Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Komunikasi Maroko, Mohammed Mehdi Bensaid, dalam konferensi pers seperti dikutip pada Selasa, 14 April 2026.
Bensaid menegaskan bahwa penunjukkan itu bukan sekadar simbol, tetapi menempatkan Rabat sebagai pusat pertukaran intelektual dunia sekaligus kota yang terus berkembang dalam kreativitas dan pengetahuan.
"Ini merupakan kemenangan bagi pengetahuan di jantung Kota Cahaya, yang menggarisbawahi kedalaman budaya Rabat yang telah lama ada dan transformasinya yang berkelanjutan menjadi ibu kota kreatif modern," ujarnya.
Rabat dikenal memiliki kekayaan sejarah dan warisan budaya yang mendalam. Kota ini dihiasi berbagai situs ikonik seperti Menara Hassan, Kasbah Udayas, hingga situs kuno Chellah, yang merepresentasikan pertemuan berbagai peradaban dan pengaruh, termasuk Andalusia.
Lebih dari itu, Rabat juga dipandang sebagai ruang pertemuan budaya antara Afrika dan Eropa, menjadikannya sebagai laboratorium identitas ganda lanskap budaya Maroko.
Pemerintah Maroko menilai penunjukan dari UNESCO sebagai peluang strategis untuk memperluas diplomasi budaya, terlebih dengan penyelenggaraan International Publishing and Book Fair (SIEL) 2026.
Ajang ini diharapkan menjadi platform global untuk pertukaran gagasan dan promosi nilai keterbukaan.
BERITA TERKAIT: