Disampaikan oleh Pentagon pada Selasa (3/11), itu adalah langkah terakhir sebelum paket senjata senilai 600 juta dolar AS dikirim ke Taiwan, mengutip
Reuters.
Dalam pemberitahuan tersebut, Departemen Luar Negeri memberi Kongres waktu 30 hari untuk menolak penjualan apapun, namun kemungkinan hal tersebut tidak akan terjadi.
Paket penjualan senjata untuk Taiwan sendiri meliputi empat drone MQ-9 SeaGuardian yang dibuat oleh General Atomic Aeronautical System Inc. dari San Diego, California, berikut suku cadang dan pelatihan.
Walau drone tersebut dapat dipersenjatai, mereka juga diberikan peralatan pengawasan.
Sebelumnya, pada 21 Oktober, Departemen Luar Negeri mengirimkan pemberitahuan ke Kongres untuk tahap pertama penjualan senjata ke Taiwan, termasuk peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin Corp, Rudal Standoff Land Attack Missile Expanded Response (SLAM-ER) Standoff System (HIMARS) dan peralatan terkait yang dibuat oleh Boeing Co, dan pod sensor eksternal untuk jet F-16.
Pada 26 Oktober, AS juga melanjutkan dengan usulan penjualan 100 stasiun rudal jelajah dan 400 rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat yang dibuat oleh Boeing Co.
Menanggapi penjualan tersebut, Kementerian Pertahanan Nasional China mendesak AS untuk segera menarik diri dari rencana penjualan senjata ke Taiwan.
"China sangat mendesak pihak AS untuk segera menarik rencana penjualan senjata ke Taiwan, menghentikan kontak militer AS-Taiwan dan menghentikan penjualan senjata ke pulau itu," demikian pernyataan kementerian.
BERITA TERKAIT: