UEA merupakan negara ketiga yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Sebelumnya, Israel sudah membangun hubungan diplomatik dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.
Sebuah laporan media Israel,
Kan pada Jumat (14/8), yang mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya mengungkap, Maroko bisa menjadi salah satu negara Arab selanjutnya yang menjadi target Israel melakukan normalisasi.
Pejabat tersebut mengatakan, Maroko dipandang sebagai kandidat yang paling mungkin karena memiliki hubungan pariwisata dan perdagangan dengan Israel.
Menurut laporan
Kan yang dikutip
Anadolu Agency, pembangunan hubungan diplomatik dengan Israel juga bisa menguntungkan hubungan Maroko dan AS.
Sebagai imbalan atas langkah tersebut, Rabat akan meminta pengakuan AS atas kedaulatan Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat.
Selain itu, Maroko juga telah menjaga hubungan intelijen dengan Israel. Di mana pemimpin Israel kerap mengunjungi negara di Afrika Utara tersebut.
"Bahrain dan Oman juga disorot sebagai negara yang bisa mengikuti langkah UEA dalam membangun hubungan dengan Israel. Kedua negara Teluk tersebut memuji keputusan Yerusalem dan Abu Dhabi untuk secara resmi menjalin hubungan," tambah laporan tersebut.
Normalisasi hubungan antara Israel dan UEA dilakukan pada Kamis sore (13/8) dalam pernyataan bersama yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Setelah pengumuman, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel telah memasuki era baru dengan akan melakukan kesepakatan bersama negara-negara Arab lainnya.
Dengan normalisasi hubungan dengan UEA, Israel setuju untuk menunda rencana aneksasi Tepi Barat untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Alih-alih, Israel akan fokus pada pengakuan kedaulatan dari negara-negara Arab.
BERITA TERKAIT: