Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa angka tersebut berasal dari penilaian sementara atas kerusakan yang melanda berbagai sektor di negaranya.
“Salah satu isu yang sedang diupayakan oleh tim negosiasi kami, dan yang juga diupayakan dalam pembicaraan di Islamabad, adalah isu ganti rugi perang," ujar Mohajerani, seperti dikutip dari kantor berita Tasnim, Rabu, 15 April 2026.
Ia menegaskan bahwa angka Rp4.300 triliun hanya perkiraan awal belum mencerminkan keseluruhan dampak yang ditimbulkan.
"Kerusakan biasanya harus diperiksa dalam beberapa lapisan," tambahnya, menandakan bahwa proses penghitungan kerugian masih akan terus berkembang.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan luka-luka.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, sebelum akhirnya diumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada pekan lalu.
Sementara itu, perundingan antara delegasi Iran dan AS yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
BERITA TERKAIT: