Minggu (3/5), Pompeo mengungkapkan, pihaknya memiliki sejumlah besar bukti bahwa virus corona baru muncul dari laboratorium di Wuhan. Kendati begitu tidak membantah kesimpulan badan intelijen AS bahwa virus tersebut bukan buatan manusia.
Menanggapi pernyataan Pompeo, pakar kedaruratan utama WHO, Dr Mike Ryan pada Senin (4/5) mengatakan itu semua hanyalah spekulasi.
"Kami belum menerima bukti khusus data apa pun dari pemerintah AS yang terkait dengan asal virus tersebut. Jadi dari sudut pandang kami, ini tetap spekulasi," ujar Ryan seperti dimuat
Reuters.
Lebih lanjut, sebagai organisasi berbasis bukti, Ryan mengatakan WHO ingin menerima informasi mengenai asal virus corona jika AS memang memilikinya.
"Jadi jika data dan bukti itu tersedia, maka pemerintah Amerika Serikat akan memutuskan apakah dan kapan itu bisa dibagikan," imbuhnya.
Sebelumnya para ilmuan sudah memberi tahu WHO bahwa sekuensing genom dari virus corona menunjukkan virus itu muncul secara alamiah.
Ryan juga mengatakan, sains, bukan politik, harus menjadi jantung dari pertukaran informasi dengan para ilmuwan China tentang masalah ini, memperingatkan agar tidak memproyeksikan "investigasi agresif atas kesalahan".
Ada pun virus corona diyakini berasal dari kelelawar dan melompat ke manusia melalui spesies lain.
Hingga saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari tiga setengah juta manusia di seluruh dunia dengan lebih dari seperempat juta orang sudah meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: