Ia mengatakan hal itu, kemarin, Kamis (9/4), setelah mendapat laporan orang-orang kaya di Santiago bepergian dengan helikopter dan pesawat pribadinya ke wilayah-wilayah pantai, melansir
SCMP, Jumat (10/4).
Chili telah mengkonfirmasi hampir 6.000 kasus virus corona, angka tertinggi di Amerika Latin. Wilayah ibukota yang paling terpukul adalah Santiago, sebuah kota berpenduduk 6 juta jiwa. Di sana adalah lingkungan mewah di kaki Pegunungan Andes.
Langkah karantina telah dilakukan pihak berwenang, semua orang diharuskan tinggal diam di rumah.
Otoritas kesehatan Chili berencana akan memasang pembatas kota, lalu mendirikan pos pemeriksaan jalan dan menyiapkan penjaga yang terdiri dari polisi dan militer di sana, agar orang-orang tidak bepergian. Kebanyakan dari mereka memiliki rumah peristirahatan di daerah pedesaan, pemerintah mencegah mereka melarikan diri ke sana sebagai langkah pencegahan.
Namun, di tengah upaya pemerintah menangani penyebaran virus corona, tindakan orang-orang yang melanggar itu membuat kecewa semua pihak.
Walikota Santiago, Felipe Guevara, berbicara di depan televisi pemerintah pada hari Kamis, kemarin, kota itu telah menerima keluhan adanya orang-orang yang menggunakan helikopter atau pesawat pribadi mereka, untuk bepergian dalam rangka Paskah, meninggalkan metropolitan ke rumah peristirahatan mereka di luar kota.
Guevara mengatakan para pejabat penerbangan akan kesulitan menjawab tentang pilot yang membawa pergi orang-orang itu dan melanggar aturan pemerintah.
Pantai Pasifik dekat negara itu dan beberapa desa pegunungan kecil yang indah dan kota-kota ski adalah tujuan wisata sepanjang tahun bagi penduduk ibukota, terutama di saat Paskah.
"Apa yang akan diuji akhir pekan ini adalah seberapa bertanggung jawab, seberapa mendukung, kita sebagai orang Chili," kata Blumel dalam pernyataan yang disiarkan televisi menjelang liburan.
“Tinggal di rumah saat ini bukan hanya keharusan, itu adalah kewajiban moral dan etika,†katanya.
BERITA TERKAIT: