Berbicara dalam pernyataan langka di Gedung Putih pada Kamis, 9 April 2026, Melania mendesak agar Kongres menggelar sidang terbuka untuk para korban kasus perdagangan seks yang melibatkan Epstein.
Dalam keterangannya, istri Donald Trump menyebut berbagai tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan Epstein sebagai tidak berdasar dan harus dihentikan. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya pernah bertemu Epstein secara singkat pada tahun 2000 dan tidak memiliki keterlibatan lebih jauh.
“Saya tidak pernah mengetahui adanya pelecehan yang dilakukan Epstein terhadap para korbannya. Saya tidak pernah terlibat dalam kapasitas apa pun. Saya bukan peserta,” tegasnya, dikutip dari BBC, Jumat, 10 April 2026.
Melania juga membantah rumor yang beredar di internet bahwa Epstein adalah sosok yang memperkenalkannya kepada suaminya, Donald Trump. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya jahat untuk mencemarkan reputasinya.
Selain itu, ia mengatakan tidak memiliki hubungan dengan Ghislaine Maxwell, yang diketahui merupakan sekutu dekat Epstein dan kini dipenjara. Terkait email lama yang sempat mencuat, Melania menyebutnya hanya sebagai “korespondensi biasa” tanpa makna khusus.
Dalam langkah yang mengejutkan, Melania justru mendorong transparansi lebih luas dengan meminta para korban diberi kesempatan bersaksi langsung di hadapan Kongres. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengungkap kebenaran secara terbuka.
“Setiap perempuan berhak untuk menceritakan kisahnya di depan umum jika ia menginginkannya… Barulah, dan hanya barulah, kita akan mengetahui kebenaran,” ujarnya.
Namun, seruan tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Keluarga korban Epstein, termasuk kerabat Virginia Giuffre, menilai permintaan itu justru membebani para penyintas. Mereka menyatakan para korban sudah cukup berjuang dan kini giliran pihak berwenang untuk bertindak.
“Para penyintas telah melakukan bagian mereka. Sekarang saatnya bagi mereka yang berkuasa untuk melakukan bagian mereka,” ujar pihak keluarga dalam pernyataan terpisah.
Pernyataan Melania ini muncul di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap transparansi investigasi kasus Epstein, termasuk tuntutan agar seluruh dokumen terkait segera dibuka. Kasus ini juga telah menyeret banyak tokoh berpengaruh dan memicu kontroversi hukum serta politik yang berkepanjangan di AS.
BERITA TERKAIT: