Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 10 April 2026, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membenarkan adanya rencana lawatan tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah belum dapat membeberkan rincian lebih jauh terkait waktu maupun agenda yang akan dibahas dalam kunjungan tersebut.
“Ya ada rencana demikian, tapi untuk pastinya nanti Kementerian Luar Negeri akan menyampaikan. Ada beberapa negara yang tentunya sudah kerja sama,” ujarnya.
Isu yang berkembang juga menyinggung potensi pembahasan kerja sama di sektor energi, termasuk peluang substitusi impor bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia.
Menanggapi hal itu, Teddy mengaitkannya dengan penjajakan kerja sama energi dalam lawatan Presiden ke Jepang sebelumnya.
“Contoh kemarin Bapak Presiden baru kembali dari Jepang dan mungkin Pak Menteri ESDM sudah menyampaikan juga ya, ada kesepakatan terkait minyak dengan Jepang ya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Kantor Berita Rusia
Sputnik melaporkan bahwa juru bicara Kremlin Dmitry Peskov telah mengonfirmasi adanya persiapan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prabowo, meski belum merinci jadwal pelaksanaannya.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa kontak (antara Rusia dan Indonesia) memang sedang dipersiapkan. Kami sedang mempersiapkan negosiasi. Kami akan memberikan pengumuman yang sesuai pada waktunya,” ujar Peskov.
BERITA TERKAIT: