Diseret Ke Pengadilan, Menkes Afrika Mkhize Bantah Klaim Nehawu Atas Kurangnya Pasokan APD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 08 April 2020, 07:50 WIB
Diseret Ke Pengadilan, Menkes Afrika Mkhize Bantah Klaim Nehawu Atas Kurangnya Pasokan APD
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize/Net
rmol news logo Kurangnya pasokan alat pelindung diri (APD) terjadi di semua negara yang terdampak wabah virus corona.

Banyak tim medis yang mengeluh bahkan melakukan unjuk rasa agar pemerintah segera melakukan pengadaan APD karena terkait keselamatan mereka saat menangani pasien virus corona.

Serikat pekerja kesehatan Afrika Selatan menggugat pemerintah di pengadilan atas kekecewaan mereka terhadap pasokan APD yang belum terpenuhi hingga saat ini.

Sementara jumlah kasus kian tinggi, membuat para tim medis semakin khawatir akan penularan.

Afrika Selatan mengalami peningkatan kasus virus corona. Hingga Selasa (7/4) tercatat sebanyak 1.749 kasus dan 13 kematian telah tercatat di negara itu.

“Risiko para pekerja terinfeksi virus Covid-19 itu nyata,” ungkap Zola Saphetha, sekretaris jenderal Serikat Aliansi Pekerja Pendidikan dan Kesehatan Nasional (Nehawu) dalam dokumen gugatan pengadilan.

Namun, Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize membantahnya. Ia menyatakan negaranya tidak kekurangan peralatan pelindung. Dia juga minta para pekerja kesehatan menyebutkan di mana terjadi kekurangan itu sehingga pemerintah dapat segera mengirimkannya.

"Tak seorang pun pekerja kesehatan yang dipaksa bekerja jika mereka merasa tidak cukup terlindungi," ujar Zweli Mkhize, mengutip New York Time, Selasa (7/4).  

Banyak dokter membeli peralatan pelindung sendiri karena putus asa mendapat suplai dari pemerintah untuk mencegah infeksi virus corona.

Para pejabat di provinsi Gauteng selama akhir pekan meminta donasi publik untuk mendapat ventilator dan masker serta sarung tangan.

Serikat pekerja meminta menteri kesehatan dan tenaga kerja, agar menetapkan aturan untuk perawatan di tengah kondisi kurangnya peralatan pelindung.

“Kegagalan menyediakan panduan untuk mencegah risiko pada pekerja di kondisi itu tak dapat dibenarkan dan tanpa alasan tepat menempatkan para pekerja pada risiko besar dan melanggar hak mereka untuk bekerja dalam lingkungan aman,” ungkap dokumen gugatan itu.

Serikat pekerja mengungkapkan kemarahannya pekan lalu saat beberapa petugas medis terjangkit virus corona di rumah sakit di provinsi KwaZulu-Natal.

Mkhize menyatakan ada sekitar 48 staf rumah sakit yang dites positif corona dan pejabat provinsi membahas penutupan beberapa bagian fasilitas kesehatan itu.

Namun ia tetap membantah itu disebabkan karena kurangnya alat pelindung. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA