
. Setelah sempat terlibat dalam perselisihan soal Yaman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kini menyiapkan pembicaraan damai bagi separatis Yaman dan Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk menghentikan pertempuran di wilayah selatan negara tersebut, Minggu (8/9).
"Kedua negara juga menyerukan untuk segera mengakhiri semua operasi militer serta pelanggaran terhadap setiap properti publik dan pribadi," kutip pernyataan bersama Arab dan UEFA yang dilansir dari
Al Jazeera.
Kedua Negara Teluk ini menyerukan separatis pemberontak Houthi yang didukung UEA dan pemerintah Hadi yang didukung Arab Saudi untuk berdamai dan membentuk dialog konstruktif guna mengakhiri krisis yang melibatkan dua negara sekutu tersebut.
Diketahui, Arab Saudi dan UEA pada awalnya berada dalam satu kubu soal Yaman dan menerima dukungan pihak Barat. Koalisi ini mengintervensi konflik Yaman pada 2015 untuk melawan pemberontak Houthi.
Setelah perang di selatan Yaman tumbuh, front-front baru ikut bermunculan. Membuat konflik di salah satu negara termiskin di dunia ini semakin kompleks. Seiring berjalannya waktu, pada Agustus lalu, koalisi Arab Saudi dan UEA mulai retak.
Keretakan ini terlihat pada pekan lalu ketika UEA mengintervensi pengambilahilan kota Aden dan justru mendukung separatis. Sedangkan pemerintah Hadi mendesak Arab Saudi untuk campur tangan dan membantu menghentikan serangan kaum separatis.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: