Dalam sebuah pernyataan publik (Selasa, 30/4), Maduro mengkonfirmasi bahwa pemerintahnya telah menghadapi beberapa "modalitas" kudeta. Dia menilai Amerika Serikat mendalangi upaya kudeta gagal itu.
"Yang memproklamirkan diri, Juan Guaido, dan Leopoldo Lopez secara pribadi memimpin kudeta," kata Maduro.
Pernyataan itu dibuat setelah upaya berkelanjutan dari Guaido dan oposisi untuk menggulingkannya dari kekuasaan.
Maduro menekankan bahwa dia berterima kasih kepada angkatan bersenjata karena mengalahkan kelompok kecil yang mencoba mengisi negara dengan kekerasan.
Maduro juga mengumumkan penunjukan "tiga jaksa khusus" untuk memeriksa tindakan kriminal yang dilakukan oleh oposisi.
"Kami memiliki kolonel yang terluka oleh peluru dan perawatan intensif menyusul kekerasan yang dihasut oleh para pembangkang," tambahnya seperti dimuat
Russia Today.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Maduro juga mengumumkan penunjukan Gustavo Gonzalez Lopez sebagai kepala badan intelijen Sebin.
BERITA TERKAIT: