Untuk diketahui, Kedutaan Bahrain di ibukota Suriah, Damaskus, ditutup setelah dimulainya pemberontakan rakyat terhadap Presiden Bashar al-Assad pada tahun 2011. Pemberontakan itu kemudian meningkat menjadi perang brutal dan beragam yang telah menewaskan ratusan ribu orang, menggusur jutaan orang dan menghancurkan infrastruktur negara.
Kementerian Luar Negeri Bahrain membuat pengumuman dalam sebuah pernyataan di situs webnya dan mengatakan bahwa Bahrain ingin melanjutkan hubungan dengan Suriah.
"Serta ingin memperkuat peran Arab dan mengaktifkannya kembali untuk menjaga independensi, kedaulatan, dan integritas wilayah dari Suriah dan mencegah risiko gangguan regional dalam urusannya," begitu bunyi pernyataan tersebut seperti dimuat
Al Jazeera.
Selain itu, menurut pernyataan yang sama, Kedutaan Besar Suriah di ibukota Bahrain, Manama, juga operasional dan penerbangan antara kedua negara akan dilanjutkan.
[mel]
BERITA TERKAIT: