Kedua hal tersebut merupakan bagian dari isu-isu yang dibahas dalam forum Indonesia-Mongolia Business Dialogue and Gathering berkonsep networking luncheon di Hotel Shangri-La Ulan Baatar, Jumat (7/12) lalu, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (9/12). Acara ini merupakan kerja sama KBRI Beijing dengan Mongolian National Chamber of Commerce and Industry.
Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun di hadapan pejabat pemerintah, pebisnis Mongolia, dan CEOs BUMN Mongolia mengatakan Indonesia memandang Mongolia sebagai negara yang memiliki letak geografis strategis, diapit oleh RRT dan Russia, sehingga dapat menjadi penghubung ke Russia, Kazakhstan, dan negara Asia Tengah lainnya, khususnya untuk memasarkan produk Indonesia.
Selain mempromosikan kerjasama bisnis, Dubes Djauhari juga mempromosikan pariwisata Indonesia di mana warga Mongolia dapat berkunjung ke Indonesia untuk menghindari musim dingin yang ekstrem di Mongolia.
Pejabat Tinggi Kemenlu Mongolia yang menangani isu-isu ekonomi, Ms. Battsetseg menyepakati bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Mongolia perlu diperkuat.
Menurutnya, Indonesia dan Mongolia memiliki kedekatan khusus di mana beberapa Presiden Indonesia pernah berkunjung ke Mongolia yang diawali oleh kunjungan Presiden Soekarno. Battsetseg berharap ada peningkatan volume perdagangan di antara kedua negara meskipun kedua negara sama-sama kaya dalam sumber daya alam.
Kehadiran Ketua Mongolian National Chamber of Commerce and Industry, Mr. Lhagvajav Baatarjav sebagai pembicara dan para anggotanya dipandang sebagai sikap serius pihak Mongolia untuk mengembangkan hubungan bisnis dengan Indonesia.
Dikatakan Mr. Lhagvajav, Mongolia menginginkan produk-produk yang ada di Indonesia bisa masuk ke Mongolia agar konsumen di Mongolia bisa memiliki banyak alternatif.
Di tempat yang sama, Dubes Djauhari beserta Ibu Sih Elsiwi Handayani menjadi tuan rumah resepsi diplomatik, yang pertama kalinya digelar sejak beliau menjadi Dubes RI untuk Mongolia. Menlu Mongolia, YM Mr Damdin Tsogtbaatar hadir sebagai tamu kehormatan.
Resepsi berlangsung sederhana namun meriah dengan tamu sekitar seratusan yang terdiri dari Pejabat Tinggi Mongolia, Anggota Parlemen, Duta Besar negara-negara sahabat, Kalangan Diplomatik, Pengusaha, Pendidik dan Tokoh Masyarakat lainnya.
Kedua kegiatan tersebut yakni Dialog Bisnis dan Resepsi Diplomatik berlangsung lancar dan hangat, meskipun suhu udara di Mongolia saat itu mencapai -35 derajat celsius, antara lain berkat bantuan dari Friends of Indonesia di Mongolia, khususnya Munkhsaran Davaakhuu yang fasih berbahasa Indonesia dan beberapa mahasiswanya.
[lov]
BERITA TERKAIT: