Mengutip laporan kantor berita
Tasnim, Minggu, 19 April 2025, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengamankan sedikitnya 127 orang di berbagai wilayah yang diklaim memiliki keterkaitan dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel.
“Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menangkap setidaknya 127 orang di seluruh negeri yang diklaim berafiliasi dengan Inggris, AS, dan Israel, dan sedang mempersiapkan landasan untuk serangan militer oleh musuh," demikian dikutip dari laporan tersebut.
Operasi penangkapan dilakukan secara terkoordinasi di sejumlah provinsi strategis. Di Azerbaijan Timur, tujuh orang ditangkap dengan tuduhan merancang aksi sabotase serta mengumpulkan informasi sensitif untuk pihak luar.
Menurut Tasnim, kelompok tersebut sedang mempersiapkan senjata dan merencanakan kegiatan sabotase, sambil mengirimkan koordinat lokasi-lokasi sensitif kepada kontak mereka di luar negeri.
Sementara itu, 69 orang diamankan di Mazandaran dan 51 lainnya, termasuk tiga tim yang disebut sebagai jaringan spionase, ditangkap di Kerman.
Penangkapan besar-besaran ini berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih bergejolak setelah perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Di sisi lain, pemerintah Teheran juga memperketat regulasi terkait spionase. Undang-undang yang baru diperkuat memungkinkan aparat menjatuhkan hukuman mati terhadap pelaku yang terbukti bersalah, sekaligus menyita seluruh aset yang terkait dengan aktivitas tersebut.
BERITA TERKAIT: