Para peserta dari 15 negara. Mereka yang akan memperkenalkan program minyak kelapa sawit di negaranya masing-masing
Kursus Reguler Kelapa Sawit 2018 melalui Badan Pengembangan dan Penilaian Kebijakan Kementerian Luar Negeri ini bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Institut Pertanian Bogor dan Universitas Jambi.
Wakil Menteri Luar Negeri, Mochammad Abdurahman Fachir mengatakan, kursus tersebut komitmen pemerintah Indonesia bahwa industri sawit sangat berkesinambungan
"Dan kita mencoba mengkombinasikannya dengan tujuan-tujuan dari Suistainable Development Goal's (SDG's)," ujar Wamenlu Fachir usai membuka Regular Oil Palm Course 2018 di Ruang Nusantara, Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (19/11).
Pelaksanaan kursus dibagi dua lokasi. Masing-masing tiga hari di Bogor, dan enam harinya di Jambi dengan latar peserta mulai konsultan, peneliti, aktivis lingkungan dan akademisi. Para peserta ini berasal dari Australia, Belanda, Ceko, Hongaria, Inggris, Italia, Prancis, Polandia, Rusia, Slovakia, dan Spanyol.
Di tiga hari pertama para peserta akan diberikan pembekalan mengenai kebijakan fakta dan penemuan, bisnis minyak sawit atau struktur organisasi secara umum, serta penelitian dan pengembangan.
Sementara itu dalam lima hari ke depan, para peserta diajak mengunjungi perusahaan minyak sawit di Jambi, terutama yang telah memegang Sertifikat Minyak Sawit Berkelanjutan (ISPO) dan Meja Bundar tentang Sertifikat Minyak Sawit Berkelanjutan.
[wid]