"Keadaan itu mungkin datang ketika ASEAN akan harus memilih salah satu atau lainnya. Ia berharap itu tidak segera terjadi," kata Lee saat penutupan Konferensi Tingkat Tinggi ke-21 ASEAN di Singapura, Kamis malam (15/11) mengutip
Bloomberg.
Pernyataan Lee ini mencerminkan ketakutan di antara negara-negara yang lebih kecil bahwa perang perdagangan AS-Tiongkok dapat mengganggu integrasi rantai pasokan di seluruh Asia, yang mengarah serangkaian aturan berbeda untuk operasi pembangkit listrik.
Negara-negara Asia Tenggara telah lama berusaha untuk menyeimbangkan kekuatan utama dunia, agar tidak terjebak dalam konflik lain seperti Perang Vietnam. Strategi itu telah menopang stabilitas, yang mengarah ke peningkatan perdagangan dengan Tiongkok, serta hubungan keamanan yang lebih erat dengan AS terhadap klaim teritorial Beijing yang luas di Laut Cina Selatan.
Lee pun menyerukan integrasi ekonomi yang lebih besar dan ASEAN harus memahami kemungkinan di mana perlu membuat pilihan di antara satu lainnya.
"Jika Anda berbicara tentang kerja sama ekonomi, secara teoritis itu adalah
win-win. Tetapi jika ekonomi global memisahkan diri ke dalam blok yang berbeda, maka ASEAN akan berada dalam posisi yang sulit," ucapnya.
Awal bulan November ini, mantan Sekretaris Perbendaharaan AS, Hank
Paulson mengingatkan Tirai Besi Ekonomi membagi dunia, bila dua negara
tersebut tidak dapat mencapai sebuah kesepakatan.
[wid]
BERITA TERKAIT: