Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom mengatakan pertemuan kedua negara tersebut sangat mengubah kondisi sebelumnya. Salah satunya meningkatkan nilai solidaritas, rasa persatuan menjadi nyata.
"Kedua pemimpin negara berkomitmen untuk meredakan krisis di semananjung Korea, dan memegang kuat perdamaian," ujarnya sekaligus menampilkan foto kedua presiden Korsel dan Korut dalam Inter-Korean Summit di Pyeongyang, pad 18-20 September, Jumat (20/9).
Kim Chang-beom menuturkan, usai pertemuan itu Kim Jong Un mengatakan suka melihat area semenanjung Korea tanpa adanya senjata nuklir, tanpa krisis nuklir.
"Kami juga melihat situasi militer yang lebih dingin, kami akan membuat langkah baru dan mencoba hal baru kedepan," ujarnya.
Selain itu kedua belah pihak juga sepakat untuk terus berkomunikasi secara konstan dan erat dengan segera mengaktifkan Komite Militer Gabungan inter Korea.
"Kedua pihak sepakat untuk melakukan langkah-langkah substansial untuk maju lebih jauh," tandasnya.
Sebelumnya Moon Jae In mengungkapkan Komite Gabungan Antar Korea itu sebagai evaluasi untuk meredakan ketegangan dan mencegah bentrokan yang tidak sengaja. Kehadiran Komite Gabungan Antar Korea juga menghapus ancaman apapun yang menyebabkan perang di Semenanjung Korea.
[nes]
BERITA TERKAIT: