Hal tersebut dikemukakan Wiranto saat menghadiri Pertemuan Internasional ke-9 Para Pejabat Tinggi di Bidang Keamanan (the IX International Meeting of High Ranking Officials Responsible for Security Matters) di Sochi, Rusia pada tanggal 24-26 April 2018.
Dalam pidatonya yang bertemakan “Evolusi Strategi dan Taktik Organisasi Teroris Internasionalâ€, Wiranto menggarisbawahi adanya sejumlah perubahan taktik serangan dan strategi penyebaran paham radikal kelompok teroris seiring perkembangan teknologi.
"Untuk merespon hal tersebut, perlu penguatan kerja sama pencegahan dan pemberantasan terorisme di tingkat bilateral, regional maupun internasional," kata Wiranto sebagaimana rilis tertulis dari Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu (28/4).
Menurut Wiranto, kerja sama juga harus difokuskan pada penegakan hukum, saling berbagi informasi data intelijen, pelaksanaan kontrol perbatasan yang efektif, penerapan teknologi siber, dan pemberdayaan sistem layanan keuangan, serta penguatan pusat deradikalisasi yang telah terbangun di kawasan.
Pertemuan yang rutin digelar tiap tahun mengangkat isu-isu terkait keamanan internasional. Pertemuan kali ini dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 negara. Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolay P. Patrushev bertindak sebagai tuan rumah.
Selain Menko Polhukam RI, hadir dalam konferensi tersebut adalah sejumlah wakil perdana menteri, para menteri, pejabat tinggi setingkat menteri yang menangani masalah keamanan, maupun para pejabat badan-badan PBB dan organisasi internasional, serta para pengamat internasional.
Di sela-sela konferensi, Wiranto yang didampingi Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi melakukan pertemuan bilateral dengan Nikolay P. Patrushev. Kedua pihak sepakat untuk memfokuskan penguatan kerja sama kedua negara, khususnya di bidang keamanan.
[wid]
BERITA TERKAIT: