Dalam pernyataannya pada Minggu, 19 April 2026, Trump menegaskan bahwa utusan Washington akan segera tiba guna memulai pembicaraan.
“Perwakilan saya akan berangkat ke Islamabad, Pakistan, Mereka akan berada di sana besok malam untuk melakukan negosiasi,” tulisnya melalui akun Truth Social, seperti dikutip dari Reuters.
Meski demikian, Trump juga melontarkan tudingan keras terhadap Teheran yang disebutnya telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ia mengklaim Iran menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, termasuk kapal Prancis dan kapal berbendera Inggris.
“Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz — Sebuah Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita!” ujarnya.
Trump turut menyinggung ancaman Iran untuk menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Menurutnya, langkah itu justru akan merugikan Iran sendiri.
“Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan ditutupnya jalur tersebut, 500 juta dolar per hari,” kata Trump.
Di sisi lain, Trump menyatakan jalur logistik global tetap berjalan dan kapal-kapal menuju Amerika Serikat terus bergerak ke pelabuhan di Texas, Louisiana, dan Alaska.
Ia menegaskan Washington telah menawarkan kesepakatan yang dianggap adil kepada Iran. Namun, nada keras tetap mengemuka jika proposal itu ditolak.
“Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI!” tegasnya.
BERITA TERKAIT: