"Selat Hormuz tidak ditutup, (melainkan) tetap terbuka. Kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan di selat ini, hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang," ujar Boroujerdi, Jumat, 6 Maret 2026.
Boroujerdi menegaskan, pihak-pihak yang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz, karena Iran telah menyebarluaskan keamanan di sana sejak ratusan tahun yang lalu.
"Dan kami sampaikan, tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan keamanan di Selat Hormuz," sambungnya.
Oleh karena itu, menurutnya, apabila negara-negara dunia ada yang tak memahami penyebab kondisi Selat Hormuz saat ini, patutnya ditanyakan ke AS dan Israel.
"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada AS yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz," tutup Boroujerdi.
BERITA TERKAIT: