Iran Ogah Tunduk, Pilih Akhiri Perang Secara Terhormat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 20 April 2026, 08:39 WIB
Iran Ogah Tunduk, Pilih Akhiri Perang Secara Terhormat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: The News Yorker)
rmol news logo Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tengah berupaya mengakhiri perang dengan Amerika Serikat secara bermartabat. 

Dalam pidatonya saat mengunjungi Kementerian Olahraga dan Pemuda di Teheran pada Minggu, 19 April 2026, Pezeshkian menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait hak nuklir Iran.

"Trump mengatakan Iran seharusnya tidak menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan kantor berita ISNA.

Ia juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk tetap solid menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, Iran tidak boleh diposisikan sebagai pihak pemicu konflik, melainkan negara yang tengah mempertahankan diri dari ancaman.

“Iran harus mengelola suasana saat ini sedemikian rupa sehingga tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang, karena kita sedang membela diri,” tambahnya menegaskan.

Ketegangan bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. 

Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara di kawasan yang menampung aset militer AS.

Situasi sempat mereda sejak 8 April setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan. 

Upaya diplomatik terus berlanjut, termasuk pembicaraan antara Washington dan Teheran di Pakistan guna mencari jalan menuju perdamaian yang lebih permanen.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA