Ia menyebut bahwa warga Rohingya telah mengalami kekejaman. Hal tersebut membuat Amerika Serikat saat ini mempertimbangkan sanksi yang ditargetkan terhadap mereka yang bertanggung jawab.
"Setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap fakta-fakta yang ada, jelas bahwa situasi di negara bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
BBC (Rabu, 22/11).
"Pelanggaran ini oleh beberapa orang di antara militer Myanmar, pasukan keamanan, dan warga setempat telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu pria, wanita, dan anak-anak untuk meninggalkan rumah mereka di Burma (Myanmar) untuk mencari perlindungan di Bangladesh," sambungnya.
Dia mengatakan AS menginginkan penyelidikan independen atas kejadian di negara bagian Rakhine dan sanksi yang ditargetkan dapat menyusul.
"Mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman ini harus dimintai pertanggungjawabannya," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: