Laporan dari surat kabar Israel, Israel Hayom, menyebutkan bahwa para pejabat dari AS dan Israel kini sedang melakukan “konsultasi intensif” untuk menentukan bentuk respons yang akan diambil. Pembahasan ini mencakup berbagai opsi militer yang dinilai strategis.
“Menurut tiga pejabat yang mengetahui masalah ini, opsi yang paling mungkin termasuk serangan terarah pada peluncur dan target militer yang mengancam selat tersebut, atau serangan paralel pada fasilitas energi Iran sebagai tanggapan terhadap serangan di Fujairah," menurut laporan, dikutip dari 9News, Selasa 5 Mei 2026.
Sebelumnya, pemerintah UEA mengungkapkan bahwa mereka berhasil mencegat puluhan drone dan rudal yang diduga diluncurkan oleh Iran. Meski sebagian besar serangan berhasil digagalkan, dampaknya tetap terasa.
Sebuah terminal penyimpanan minyak di Fujairah, yang sebagian dimiliki oleh perusahaan investasi asal Australia, IFM Investors, dilaporkan terdampak serangan tersebut. Akibat insiden ini, tiga orang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
BERITA TERKAIT: