Laporan TankerTrackers.com pada Senin, 4 Mei 2026, menyebut kapal VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) dengan muatan lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah senilai nyaris 220 juta dolar AS sukses menghindari Angkatan Laut AS sebelum memasuki Selat Lombok dan berlayar ke arah Kepulauan Riau.
"Sebuah supertanker milik NITC yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh," demikian pernyataan TankerTrackers.
Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menegaskan pemerintah telah mencermati situasi dan menempatkannya dalam kerangka hukum laut internasional.
"Aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim," tegasnya dalam pernyataan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Yvonne, pemerintah saat ini masih melakukan verifikasi langsung di lapangan dan koordinasi internal untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat,” pungkas Yvonne.
BERITA TERKAIT: