"Oh nanti malam mau latihan tuh, katanya malam saya mau tentir gimana cara melakukan haji yang baik," kata Purbaya kepada media di Jakarta.
Selain persiapan ibadah, Purbaya juga menyiapkan doa khusus yang akan dipanjatkannya di Tanah Suci, yakni agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II semakin meningkat.
"Iya doanya pertumbuhan ekonomi makin cepat. Doa supaya kita ekonomi makin kuat. Tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng," ujarnya.
Purbaya dijadwalkan akan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji pada 21 Mei 2026 mendatang.
Menurut Purbaya, kinerja ekonomi nasional saat ini menunjukkan tren positif setelah berhasil menembus pertumbuhan di atas 5 persen. Pemerintah pun optimistis momentum tersebut dapat terus dijaga.
"Ini kan kita udah, kalau saya bilang kita udah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen kan, 5,61. Kita harapkan ke depan makin cepat, kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada. Tapi temen-temen juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus," tuturnya.
Menanggapi kritik terhadap kondisi fiskal, Purbaya menegaskan bahwa fundamental fiskal Indonesia tetap kuat dengan defisit yang terjaga. Ia bahkan menyebut kinerja fiskal Indonesia kompetitif dibandingkan negara lain, baik di kawasan Asia maupun global.
"Fiskal bagus dibilang jelek, fiskal bagus defisitnya terkendali dibilang itu yang melemah nilai tukar. padahal dibanding seluruh negara di Asia, di dunia, kita ini paling canggih loh," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: