Sebagai gantinya, dalam sebuah pidato 30 menit bertele-tele, Mugabe tidak memberikan konsesi kepada para kritikusnya. Padahal puluhan ribu orang yang berbaris meminta pengunduran dirinya atau pengambilalihan kekuasaan oleh komandan militer.
Sebaliknya, otokrat berusia 93 tahun itu mengatakan bahwa ia akan memimpin sebuah kongres khusus partai Zanu-PF yang berkuasa yang dijadwalkan bulan depan. Hal itu menunjukkan keengganannya untuk segera mengundurkan diri.
Dalam sempatan itu ia juga mengatakan bahwa dirinya yakin bahwa operasi militer yang diluncurkan pada hari Selasa lalu oleh komandan militer dimotivasi oleh keprihatinan patriotik yang dalam terhadap stabilitas bangsa dan bukan merupakan ancaman atas tatanan konstitusional.
Sebelumnya pada hari itu, pemimpin veteran, yang telah berkuasa selama 37 tahun, dipecat sebagai pemimpin Zanu-PF dan diberitahu oleh 200 pejabat tinggi partai tersebut pada sebuah pertemuan luar biasa di Harare untuk mengundurkan diri sebagai kepala negara atau menghadapi impeachment saat parlemen berkumpul kembali pada hari Selasa.
Setelah pidato tersebut, Chris Mutsvangwa, yang telah memimpin sebuah kampanye untuk mengusir Mugabe, mengatakan bahwa orang-orang akan turun ke jalan di Harare pada hari Rabu pekan ini. Hal tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya konflik di jalanan. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: