Kebakaran Hutan Di Portugal Diduga Bentuk Terorisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 16 Oktober 2017, 20:29 WIB
Kebakaran Hutan Di Portugal Diduga Bentuk Terorisme
Kebakaran/Net
rmol news logo Sedikitnya 31 orang tewas dalam serangkaian kebakaran hutan di Portugal awal pekan ini.

Menurut keterangan petugas perlindungan sipil Portugal, petugas pemadam kebakaran masih menangani 145 kebakaran yang terpisah, puluhan di antaranya masih dianggap serius.

Di seberang perbatasan di wilayah Galicia Spanyol, setidaknya tiga orang tewas. sedangkan lebih dari 50 orang juga terluka di sisi perbatasan Portugis.

Laporan media lokal tentang korban mengatakan beberapa orang masih hilang di Portugal, termasuk bayi berusia satu bulan.

Sementara itu di Spanyol, dua korban ditemukan di sebuah mobil yang terbakar habis di pinggir jalan.

Ribuan petugas pemadam kebakaran sedang memerangi api, yang terjadi di timur laut Portugal dan sebagian Spanyol pada akhir pekan setelah musim panas yang panas.

Kondisi tersebut diperparah dengan badai Ophelia, yang mendekati pantai barat Eropa, membawa angin kencang untuk mengipas dan menyebarkan api.

Di Portugal, sebuah keadaan darurat diumumkan di utara sungai Tagus. Lebih dari 6.000 petugas pemadam kebakaran di 1.800 kendaraan dikerahkan pada Senin pagi.

Pemimpin Galicia Alberto Nunez Feijoo telah mengklaim bahwa kebakaran sengaja dilakukan oleh pembakar dan merupakan tindakan teroris.

Menteri Dalam Negeri Juan Ignacio Zoido mengatakan beberapa orang telah diidentifikasi sehubungan dengan kebakaran tersebut, dan meminta informasi lebih lanjut untuk dibagikan kepada petugas perlindungan nasional.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa dia sedang melakukan perjalanan ke Galicia, dan menyatakan solidaritasnya dengan para korban. Demikian seperti dikabarkan BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA