Dikutip dari
Al-Jazeera, Senin 9 Februari 2026, berdasarkan hasil sementara, dengan 95 persen suara telah dihitung, politikus berusia 63 tahun itu meraih sekitar 66 persen suara, mengalahkan kandidat sayap kanan ekstrem Andre Ventura yang memperoleh 34 persen. Kemenangan ini memastikan Seguro menjabat sebagai presiden Portugal untuk masa lima tahun.
Sementara itu, Ventura tetap mencatat lonjakan dukungan dibanding hasil partai anti-imigrasi Chega miliknya pada pemilu tahun lalu, menjadikannya kandidat sayap kanan ekstrem pertama yang lolos ke putaran kedua di Portugal.
Pemilihan tahun ini terjadi saat sejumlah wilayah Portugal dilanda cuaca buruk berupa badai dan banjir. Namun itu tidak menyurutkan partisipasi pemilih, yang hampir setara dengan putaran pertama pada 18 Januari. Meski tiga wilayah sempat menunda pemungutan suara karena banjir, dampaknya hanya sekitar 0,3 persen pemilih dan dinilai tidak memengaruhi hasil akhir.
Ventura sempat mengkritik pemerintah dan meminta pemilu ditunda, namun permintaan itu ditolak otoritas. Menjelang hari pencoblosan, Seguro menuding lawannya berupaya menghambat partisipasi warga. Dalam kampanye terakhirnya, ia mengatakan Ventura melakukan segala cara untuk mencegah warga Portugal datang untuk memberikan suara.
Meski jabatan presiden Portugal sebagian besar bersifat seremonial, kepala negara memiliki kewenangan penting, termasuk membubarkan parlemen dalam kondisi tertentu. Seguro memosisikan diri sebagai kandidat kiri yang “modern dan moderat”, dengan janji menjaga stabilitas politik dan nilai-nilai demokrasi.
Seguro juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh konservatif setelah putaran pertama, di tengah kekhawatiran atas gaya populis Ventura. Sementara itu, Perdana Menteri Luis Montenegro memilih tidak mendukung kandidat mana pun.
Seguro akan resmi menggantikan Marcelo Rebelo de Sousa pada awal Maret mendatang.
BERITA TERKAIT: