Dalam pertemuan tersebut, China menegaskan komitmennya untuk membantu meredakan konflik dan mendorong dimulainya kembali jalur diplomasi di Timur Tengah.
Wang mengatakan situasi saat ini sudah berada di titik kritis terkait masa depan konflik. China, kata dia, mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, sekaligus menghargai langkah Teheran yang masih membuka ruang penyelesaian melalui diplomasi.
“Komunitas internasional memiliki kepentingan bersama untuk memulihkan jalur normal dan aman di Selat Hormuz,” kata Wang, sambil mendesak semua pihak segera merespons seruan dunia untuk meredakan situasi, dikutip dari Global Times, Kamis 7 Mei 2026.
Dalam pembicaraan itu, Wang juga menegaskan bahwa China menghargai komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, namun tetap mengakui hak Iran menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai. Ia juga mendorong negara-negara Teluk dan Timur Tengah membangun dialog serta menciptakan arsitektur keamanan regional yang lebih stabil.
Sementara itu, Araghchi menjelaskan perkembangan terbaru negosiasi Iran dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan kedaulatan dan martabat nasionalnya, tetapi tetap membuka jalan menuju solusi permanen melalui negosiasi damai.
Iran juga menyampaikan harapan agar Tiongkok terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dan mengakhiri permusuhan di kawasan.
Kunjungan Araghchi ke Beijing menjadi yang pertama sejak konflik memanas pada akhir Februari, setelah sebelumnya ia melakukan lawatan ke Rusia, Oman, dan Pakistan.