Menurut keterangan yang dirilis oleh kantor jaksa Paris awal pekan ini, rencana itu dirancang oleh seorang pria berusia 23 tahun, namun masih belum jelas bagaimana bentuk serangan yang direncanakan.
Menurut laporan tersebut, tersangka yang berasal dari komune Argenteuil di pinggiran baratlaut Paris, berencana menyerang Presiden Macron pada 14 Juli dalam sebuah parade Hari Bastille di sepanjang Champs-Elysee.
Tersangka, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang nasionalis mengancam polisi dengan pisau saat ditangkap pekan lalu.
Sementara di dalam tahanan, pria yang menganggur tersebut mengatakan bahwa dia ingin membuat pernyataan politik dengan menyerang Macron selama parade tersebut. Dia juga dilaporkan mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia berencana untuk menyerang kelompok minoritas seperti orang kulit hitam, Arab, Yahudi atau homoseksual.
Pria tersebut, yang telah digambarkan tidak stabil secara mental, dihukum karena menghasut terorisme pada tahun 2016. Demikian seperti dimuat
Associated Press.
[mel]
BERITA TERKAIT: