Ini adalah bagian dari kampanye agresif negara tersebut untuk memperluas infrastruktur mobilitas udara.
Ali Abedzadeh, kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengatakan bahwa pendukung keuangan maskapai baru tersebut telah membeli pesawat dari penyedia global.
Abedzadeh berharap beberapa maskapai baru akan beroperasi akhir tahun ini atau awal 2018.
Dia menambahkan bahwa operator baru tersebut akan menyediakan berbagai layanan yang berfokus pada penerbangan ke tujuan domestik, regional dan internasional.
Beberapa dari maskapai baru tersebut hanya akan memberikan layanan penerbangan charter.
Abedzadeh mengatakan investasi minimum yang dibutuhkan untuk meluncurkan maskapai baru di Iran sekitar 90 juta dolar AS.
Dia lebih jauh menekankan bahwa pembentukan maskapai baru akan mendorong persaingan antar operator.
Pengumuman mengenai pendirian maskapai baru datang saat Iran mendorong sebuah kampanye pembelian pesawat yang agresif dari pasokan global seperti Airbus, Boeing dan ATR.
Pada hari Kamis, Forbes mengatakan bahwa maskapai penerbangan utama Eropa, Airbus telah memenangkan perlombaan dari pesaing Amerika Boeing dalam menjual pesawat ke Iran.
Ditambahkan bahwa Airbus telah menarik banyak perintah dan nota kesepahaman untuk 173 pesawat dengan nilai kesepakatan kolektif puluhan miliar dolar.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Boeing telah menerima perintah dan opsi untuk 140 pesawat, sementara pembuat turoprop ATR Eropa yang lebih kecil menarik pesanan dan opsi untuk 40 pesawat. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: