Namun beruntung, upaya tersebut gagal karena terhalang oleh penghalang di depan masjid.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 waktu setempat di pinggiran kota Créteil. Tidak ada korban luka ataupun tewas setelah serangan tersebut.
Pada saat kejadian, pelaku segera melarikan diri, namun berhasil diringkus polisi tak lama setelahnya.
Surat kabar lokal Le Parisien seperti dimuat
BBC mengabarkan bahwa pelaku ingin membalas serangan di teater Bataclan dan Champs-Élysées, keduanya terkait dengan kelompok militan ISIS.
Polisi juga tidak menemukan pelaku bertindak di bawah pengaruh obat-obatan ataupun alkohol.
Penyelidikan lebih mendalam masih dilakukan atas insiden tersebut.
Perancis tetap berada di bawah keadaan darurat, sejak serangan di Paris pada bulan November 2015, termasuk di teater Bataclan yang menewaskan 130 orang.
Pada bulan April, seorang pria bersenjata membunuh petugas polisi Xavier Jugelé di Champs-Élysées sebelum ditembak mati. Sebuah catatan yang membela ISIS ditemukan di dekat tubuhnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: