Brigadir Jenderal Restituto Padilla memastikan bahwa dalam baku tembak tersebut, tidak ada korban jiwa ataupun penyanderaan siswa di sekolah di kota Pigcawayan di provinsi Cotabato Utara di pulau Mindanao,
Namun, dia mengatakan militer sedang menyelidiki apakah sekitar lima warga sipil masih bersama militan atau tidak.
"Sudah terselesaikan," Padilla memberi penjelasan singkat.
"Mereka sudah mundur, mereka sudah tidak ada lagi. Area sekolah aman lagi. Pasukan sedang dalam mode pengejaran," tegasnya seperti dimuat
Reuters.
Sebuah laporan polisi mengatakan sekitar 300 orang bersenjata, di antaranya anggota Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro (BIFF), menyerbu sekolah tersebut pada Rabu pagi.
Abu Misry Mama, juru bicara BIFF, mengatakan kepada Reuters bahwa militan telah membawa warga sipil ke tempat yang aman dari baku tembak, dan tidak berniat menahan mereka sebagai sandera.
Padilla mengatakan insiden di Pigcawayan tidak terkait dengan pertempuran di Marawi.
"Ini berasal dari kelompok yang telah lama melakukan pelecehan," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: