"Ada 752 kasus keracunan makanan dan dua kematian, seorang wanita dan seorang anak," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Irak Seif al-Badr.
Keracunan massal itu terjadi pada Senin malam (12/6) saat para pengungsi tengah iftar atau berbuka puasa.
Makanan yang mereka konsumsi itu disediakan oleh sebuah organisasi non-pemerintah, terdiri dari nasi, saus kacang, daging, yoghurt dan air, menurut Raad al-Dahlaki, yang memimpin komite imigrasi dan perpindahan parlemen Irak dan yang mengunjungi kamp tersebut semalam.
Keracunan terjadi di kamp Hasansham U2, terletak sekitar 20km timur Mosul.
Kamp ini menampung lebih dari 6.000 orang yang melarikan diri dari rumah mereka setelah serangan Irak yang didukung AS diluncurkan untuk mengusir ISIS dari Mosul Oktober lalu.
"Kami menunggu penyelidikan polisi untuk memahami dengan jelas rangkaian kejadian dan untuk menarik pelajaran dari kejadian tragis ini yang akan memungkinkan lembaga untuk memperkuat protokol kesehatan masyarakat untuk mencegah situasi semacam itu di masa depan," katanya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: