Macron yang merupakan seorang sentris pro-Eropa akan menjadi presiden termuda dalam sejarah Prancis setelah menaiki karpet merah ke tangga istana dan berjabat tangan seremonial dengan Francois Hollande. Ia menduduki kursi presiden di usia 39 tahun.
Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Hollande, Macron akan meninjau kembali Garda Republik dan sebuah hadiah pistol 21 akan dilepaskan ke udara. Dia kemudian akan bergerak ke Champs-Elysées ke Arc de Triomphe, di mana dia secara simbolis menghidupkan kembali nyala api di Makam Prajurit Tidak Dikenal.
Mavron diketahui berjanji untuk bekerja bagi semua orang dan melihat programnya merangkul semua pihak di Perancis.
Minggu pertama Macron di kantor akan sibuk. Dia berangkat ke Berlin pada hari Senin untuk bertemu Kanselir Angela Merkel dan untuk menunjukkan komitmennya kepada Uni Eropa.
Dia juga diharapkan segera menunjuk seorang Perdana Menteri
Macron menghadapi tantangan besar di masa jabatannya, termasuk tingginya tingkat pengangguran, terutama di kalangan muda Prancis, dan pertumbuhan ekonomi rendah. Bukan hanya itu, masalah terorisme dan keamanan juga masih menjadi sorotan ketat di Perancis.
Di bidang ekonomi sendiri, ia pernah mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan investasi dan untuk menciptakan model pertumbuhan baru yang meningkatkan mobilitas sosial dan membantu lingkungan.
[mel]
BERITA TERKAIT: