Bocah berusia 10 tahun itu tewas karena terjebak dalam kekerasan yang meletus ketika sekelompok orang yang marah menyerang sebuah kantor polisi untuk menuntut agar seorang pria dituduh menghujat diserahkan ke masyarakat untuk diadili secara massal.
Bocah tersebut tewas akibat luka tembak yang mengenainya saat ia terjebak dalam kekerasan di provinsi Balochistan Pakistan.
Insiden tersebut terjadi ketika polisi menolak untuk memenuhi permintaan penduduk setempat untuk menyerahkan Prakash Kumar, seorang anggota minoritas agama Hindu berusia 34 tahun, yang telah ditangkap pada hari Selasa karena diduga memasang gambar penghujatan pada media sosial.
Setelah satu jam demonstrasi, kelompok yang terdiri dari setidaknya 500 orang yang marah mulai menyerang kantor polisi, memukuli petugas dan pejabat pemerintah setempat. Polisi menggunakan gas air mata dan melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan orang-orang yang secara efektif mengepung kantor polisi.
"Pengepungan berlangsung selama sekitar tiga jam dan massa terus mengamuk sehingga Kumar diserahkan," kata Jam Mohammad, seorang petugas polisi.
Namun demikian tidak jelas soal keadaan bagaimana bocah 10 tahun bisa terjebak di tengah kerumunan dan terkena tembakan.
Namun lima orang warga lainnya juga luka dan setidaknya 20 lainnya ditangkap.
Ini bukan kasus kematian pertama yang berkaitan dengan dugaan penghujatan di Pakistan. Bulan lalu, ratusan orang menyerang dan membunuh seorang mahasiswa berusia 23 tahun di kota Mardan, Pakistan utara, atas tuduhan penghujatan.
Menurut data yang diberikan oleh Pusat Penelitian dan Keamanan, warga telah membunuh setidaknya 65 orang atas tuduhan penghujatan di Pakistan sejak tahun 1990.
[mel]
BERITA TERKAIT: