
Polisi Tunisia bentrok dengan aksi unjuk rasa pemuda pengangguran di kota bagian selatan Ben Guerdane yang menuntut kesempatan kerja dan proyek-proyek pembangunan.
Penduduk setempat mengatakan bahwa polisi bentrok dengan pengunjuk rasa setelah mereka melemparkan batu serta bom bensin dan set ban terbakar.
Sebagai balasan, polisi melepaskan gas air mata.
Warga dan media lokal mengatakan toko-toko dan perkantoran juga ditutup demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
Diketahui bahwa setelah pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali, Tunisia muncul sebagai model transisi demokrasi damai di seluruh Arab.
Namun di daerah pinggiran dan pendesaan gagal mencocokan kemajuan politik negara dan ketegangan muncul karena banyak anak muda yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: