Forum Pendidikan Standarisasi pertama negara-negara Teluk ini dibuka secara resmi pada 8 Desember 2015 oleh Menteri Pendidikan Qatar, H.E. Dr. Mohammed Al-Hammadi. Sebanyak 80 peserta dari negara-negara Teluk mengikuti forum dengan menghadirkan 11 pembicara, yang terdiri dari pakar dan praktisi dari kementerian, institut dan universitas dari berbagai negara.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keunggulan di bidang pendidikan standarisasi. Deputi Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Dewi Odjar Ratna Komala menjadi salah satu pembicara pada sesi pertama hari kedua forum. Para peserta dan pembicara lainnya sangat terkesan dengan materi yang disampaikan, antara lain bagaimana BSN dapat dapat berkiprah secara optimal dalam memberikan edukasi mengenai standarisasi di universitas-universitas dan lembaga-lembaga di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan masyarakat yang sangat majemuk tidaklah mudah untuk melakukan pendidikan tentang standarisasi ini. Ditegaskan oleh Dewi Odjar Ratna Komala bahwa pendidikan standarisasi adalah sesuatu yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, sehingga dapat bersaing secara sehat di era global. Selain itu, kiprah Indonesia dalam bidang pendidikan standarisasi juga terlihat di berbagai forum-forum internasional.
Panitia dan Peserta Forum sangat mengapresiasi kehadiran Indonesia pada Forum Pertama GCC di bidang pendidikan standarisasi di Doha 2015. Untuk itu, mereka pun mengundang pula Dubes RI Doha, Bapak Deddy Saiful Hadi untuk hadir sebagai pembicara.
Dubes Deddy menyampaikan dalam paparannya bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dan pengalaman serta lesson learned yang dapat dibagi dengan negara-negara Teluk. Salah satunya adalah pendidikan standarisasi ini. Indonesia siap mendukung GSO dalam berbagai forum dan pelatihan serupa. Ditambahkan pula bahwa Indonesia dan GSO telah memiliki MoU di bidang kerja sama standarisasi yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonsia dan Negara-negara Teluk.
"Hal itu sesuai dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kegiatan diplomasi ekonomi oleh Perwakilan RI di Luar Negeri," kata Dubes Deddy dalam keterangan yang dikirim KBRI Doha, Kamis (10/12).
[rus]
BERITA TERKAIT: