Gerakan itu dimotori oleh seorang pejabat Fatah, yakni Mahmoud Aloul. Ia menyebut, pihaknya telah menyerukan kepada para pemilik toko di Palestina untuk membersihkan rak-rak mereka dari produk-produk Israel dalam waktu dua minggu.
"Aktivis semua faksi Palestina akan berkeliling ke seluruh wilayah Palestina untuk menyita produk setelah tenggat waktu dua minggu," kata Aloul seperti dimuat
Press Tv (Kamis, 12/2).
Menurut pejabat Palestina, Organisasi Fatah yang dipimpin Pembebasan Palestina (PLO) telah ditetapkan oleh Otoritas Palestina (PA) untuk memimpin gerakan tersebut.
Di antara enam perusahaan Israel yang ditargetkan itu adalah Tnuva, Strauss, Elite, Osem, Prigat dan Jafora.
Sebelumnya diketahui bahwa Tel Aviv telah menghentikan transfer pendapatan pajak Palestina sejak Desember lalu dalam menanggapi aplikasi PA untuk bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). PEmberhentian itu melibatkan 127 juta dolar pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea masuk atas barang Palestina yang melewati Israel.
[mel]
BERITA TERKAIT: