Langkah ini sekaligus dimaksudkan untuk memperluas akses pasar internasional serta memperkuat sinergi lintas negara, khususnya antara Malaysia dan Indonesia.
BtB merupakan platform pengembangan dan jejaring internasional USANITA yang telah bergulir dari Malaysia, Indonesia, Inggris, hingga Australasia, sebelum kini berlanjut ke Turki.
Program ini difokuskan untuk menghubungkan merek, pelaku usaha, dan mitra strategis guna mendorong ekspansi industri HMF ke pasar global.
Chief Executive Officer USANITA, Datuk Adzliana Hasan, mengatakan Turki dipilih karena kekuatan ekonomi, reputasi industri fesyen, serta posisinya yang strategis sebagai penghubung Eropa dan Timur Tengah.
“BtB 5.0 di Turki bukan sekadar kunjungan bisnis, melainkan platform strategis yang menghubungkan diplomasi ekonomi, penguatan merek, dan industri kreatif, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih kuat bagi mitra kami di Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.
USANITA menegaskan Indonesia tetap menjadi mitra utama dalam pengembangan HMF. Menurutnya, ekosistem modest fashion Indonesia yang solid serta kekuatan budaya dan digital dapat mempercepat ekspansi HMF secara regional maupun internasional.
Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia di Istanbul, Ahmad Amiri Abu Bakar, mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang bisnis di Turki.
“Kami menyambut baik inisiatif USANITA untuk mengeksplorasi peluang bisnis di Istanbul dan kami yakin program ini dapat diwujudkan karena hubungan baik para pemimpin kedua negara serta persepsi positif masyarakat Turki terhadap Malaysia,” kata dia.
Secara global, tren modest fashion terus meningkat seiring tuntutan konsumen terhadap kehalalan bahan, keterlacakan rantai pasok, dan praktik kerja yang etis.
Proyeksi industri menunjukkan belanja konsumen Muslim untuk pakaian dan alas kaki mencapai 327 miliar dolar AS pada 2023 dan diperkirakan melonjak menjadi 433 miliar dolar AS pada 2028.
Selain sektor fesyen, USANITA juga melihat BtB 5.0 sebagai jalur perluasan kolaborasi ekosistem halal yang lebih luas, termasuk promosi Visit Malaysia 2026, melalui pendekatan diplomasi ekonomi dan industri kreatif di Turki.
BERITA TERKAIT: