Dalam sebuah pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026, Prasetyo menjelaskan bahwa koreksi desain yang dimaksud tidak hanya menyangkut bentuk fisik bangunan, tetapi juga fungsi kawasan secara menyeluruh.
Mensesneg mencontohkan penambahan penambahan embung-embung (kolam air) di kawasan IKN, untuk mengantisipasi cuaca panas hingga potensi kebakaran hutan.
"Jadi di minta untuk juga itu dipikirkan desain-desain untuk mengantisipasi," kata dia.
Selain itu, menurut Prasetyo, langkah antisipasi lainnya sudah mulai dilakukan oleh Otorita IKN, termasuk pemasangan teknologi pendukung.
“Kemarin kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang metode dipasang sensor-sensor itu. Minta untuk diuji coba terus, begitu,” jelasnya.
Presiden Prabowo sempat meninjau progres pembangunan sekaligus bermalam di kawasan IKN pada Senin malam, 12 Januari 2026.
Ia meminta Otorita IKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum menindaklanjuti berbagai koreksi, khususnya menyangkut desain dan fungsi kawasan.
Selain aspek desain dan fungsi, pada kesempatan itu, Presiden juga menekankan percepatan pembangunan fasilitas utama pemerintahan di IKN.
BERITA TERKAIT: