Turut hadir pula dalam barisan jamaah Shalat Ied tersebut Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra bersama segenap pejabat KBRI Tokyo dan BUMN.
Sholat Idul Adha di Balai SRIT ini dilakukan dalam dua gelombang yaitu pukul 07.30 dan 09.00 waktu setempat. Hujan yang mengguyur Kota Tokyo mengharuskan Shalat dilaksanakan dalam sport hall. Beruntungarus keluar masuk jamaah bisa diatur sedemikian rupa sehingga kelancaran dan kekhusukan shalat sesuai dengan yang diharapkan.
Ustadz Amir Faishol Fath yang ditunjuk sebagai pengkhutbah menekankan bahwa Hari Raya Idul Adha adalah hari deklarasi kehambaan di mana setiap muslim siap berkurban kepada Allah tanpa ada sedikitpun keberatan.
"Sebagai muslim yang taat kita sadar semua harta yang dimiliki di dunia ini hanyalah milik Allah semata dan akan dikembalikan kelak kepada-Nya. Hal ini dicontohkan oleh ketaatan Nabi Ibrahim saat diuji oleh Allah SWT untuk mengkurbankan putra kesayangannya," begitu kutipan khutbah Ustadz Amir sebagaimana keterangan tertulis dari Kedutaan Besar RI di Tokyo yang diterima redaksi (Minggu, 5/10).
Walaupun Tokyo diguyur hujan cukup lebat namun hal tersebut tidak menyurutkan niat warga muslim Indonesia untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan sekaligus bersilahturahmi dengan seluruh warga Indonesia lainnya. Kesempatan ini juga dimanfaatkan pula oleh warga Indonesia untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan masjid Indonesia di Meguro Tokyo dan prospek kerjasama penyediaan makanan halal bagi warga muslim di Jepang.
Kegiatan Shalat Idul Adha ini terselenggara dengan baik berkat kerjasama erat antara KBRI Tokyo, KMII dan BUMN Tokyo.
[ian]
BERITA TERKAIT: