Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai 3 meter, sehingga otoritas meminta warga menjauhi wilayah pesisir.
Menurut laporan
Reuters, gempa terjadi pada pukul 16.52 waktu setempat dengan pusat berada di Samudra Pasifik pada kedalaman 10 kilometer.
Wilayah yang diperkirakan terdampak paling besar meliputi prefektur Iwate dan Aomori di Pulau Honshu, serta Pulau Hokkaido.
Dalam satu jam setelah gempa, gelombang tsunami setinggi sekitar 80 sentimeter telah terdeteksi, sementara peringatan untuk potensi gelombang lebih tinggi masih diberlakukan.
Otoritas Jepang mengingatkan bahwa gelombang setinggi 3 meter berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan serius di wilayah dataran rendah.
Sejumlah kota pelabuhan seperti Otsuchi dan Kamaishi, yang sebelumnya terdampak bencana besar pada 2011, langsung mengeluarkan perintah evakuasi bagi ribuan warga.
Layanan kereta cepat di Aomori juga dihentikan sementara akibat guncangan tersebut.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat untuk menangani situasi ini. Ia juga meminta masyarakat di wilayah terdampak segera mencari tempat aman.
"Kemungkinan kerusakan dan korban jiwa sedang diselidiki," kata Takaichi kepada wartawan di Tokyo.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan kemungkinan gempa susulan besar dalam beberapa hari hingga pekan ke depan.
Dalam siaran televisi, peringatan “Tsunami! Evacuate!” terus ditampilkan, sementara kapal-kapal di pelabuhan Hachinohe bergerak menjauh ke laut untuk menghindari dampak gelombang.
Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada pembangkit listrik tenaga nuklir yang sedang beroperasi di wilayah terdampak.
Perusahaan utilitas setempat juga melaporkan tidak ada kelainan pada fasilitas nuklir yang saat ini tidak aktif.
BERITA TERKAIT: