Alih-alih tersinggung atau membantah, Gibran yang juga putra sulung Jokowi justru merespons dengan nada positif. Ia menyebut Jusuf Kalla sebagai sosok teladan, bahkan mengaku mengidolakannya.
Analis politik Adi Prayitno menilai, sikap tersebut merupakan strategi komunikasi untuk meredam ketegangan politik di ruang publik.
“Cara Wapres Gibran ini untuk tidak memperpanjang ketegangan. Gaya komunikasinya hampir sama dengan Jokowi, rileks dan mengesankan tidak ada persoalan apa pun dengan pihak yang dikesankan berseberangan,” ujar Adi.
Menurutnya, gaya komunikasi Gibran mencerminkan karakter yang tidak konfrontatif dan cenderung menghindari konflik terbuka.
“Tipikal tak mau konfrontatif saja. Tidak mau memperkeruh keadaan,” lanjut Direktur Parameter Politik Indonesia itu.
Adi juga melihat Gibran cukup memahami psikologis publik yang pada dasarnya tidak menyukai pertengkaran elite di ruang terbuka. Karena itu, respons yang ditunjukkan Gibran justru berbeda dari ekspektasi sebagian pihak.
“Publik mungkin berharap Gibran lebih agresif ke JK. Tapi justru responsnya tidak sesuai harapan itu, bahkan mengidolakan JK,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: