Begitu kata Panglima Militer NATO Jenderal Philip Breedlove seperti dikutip BBC (Minggu, 21/9).
"Gencatan senjata baru sebatas teori, karena kenyataan di lapangan berbeda," katanya.
Namun begitu, Jenderal Breedlove masih menaruh harapan ketegangankeduanya dapat diatasi. Terlebih kesepakatan baru telah ditandatangani kemarin (Sabtu, 20/09).
Hasil kesepakatan baru itu mengharuskan kedua pihak menarik mundur artileri mereka sejauh 15 kilometer dari garis depan. Ini dilakukan untuk membentuk zona penyangga seluas 30 kilometer.
Kedua belah pihak sebelumnya telah bersepata untuk tidak melakukan serangan. Hal ini berdasarkan perjanjian damai yang ditandatangani 5 September. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa kedua belah pihak melanggar gencatan tersebut lantaran masih saling melancarkan serangan.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: